If life is so short....

Posted at 2017-02-21 19:32:01
Weekend lalu ngobrol sama ponakan, kls 3 sma yg bangga sekali dengan mama nya yg bekerja, terawat, clink, berkendara kesana kemari, berjalan dengan barang2 branded from top to toe dan bangga kehidupannya yg katanya biayai sendiri.. perih hati ini nakk... perih hati ini melihat betapa bbrp tahun yl ketika kamu SD hidupmu luntang lantung, makan sekolah seperti tak terurus, badan spt maaf, ga jauh spt anak pembantu, kumal, dekil, kurap, gigi kuning, kuku2 kotor tak terawat pdhal ortu kalian ga kekurangan, baju yg serba kekecilan dan sobek di sana-sini, atau uang sekolah yg terlambat, atau sekedar uang ongkos ke sekolah yg kadang lupa ortu mu kasih. setiap kali nginep di mbah nya selalu bertanya "bu lik, punya baju rumah ga?" yg kalo dikasih pinjam suka ga dibalikin. Belum lagi kalau kalian sakit, malam2 mau berobat saja nunggu salah satu org tua mu jemput, sampai tengah malam.... dan kita semua nunggu mereka yg tak kunjung datang, kalian berdua sakit panas, dan org rumah tak satupun berani bawa kalian ke klinik apalg rumah sakit.
 
Perih hati ini nak mengingat kala itu kalian pun ikut men-judge mamak kalian kejam, meninggalkan kewajiban demi dunia fana katanya. Betapa dengan kejamnya keluarga yg mengurusmu saat itu menilai dengan kata2 yg keji perbuatan mamakmu. Meskipun sambil bertanya2 kemana bapakmu nak?
Sekarang kalian udah besar semua. Udah bisa ditinggal di rumah sendirian, udah bisa masak sendiri, udah kemana2. Jalan2 kmana2, berpakaian bagus, bersih dan pantas, betapa kalian bangga dengan mamak kalian sekarang ini. Melupakan apa yg pernah terjadi dengan kalian kala itu, melupakan kamu pernah hidup berada diantara kami dengan sangat sangat terpaksa dan dengan memaksakan diri.
 
Perih hati ini nak... membayangkan akankah anakku nanti akan spt itu.. akankah anakku akan berfikir seharusnya aku bangga punya mamak yg bekerja, clink, cantik kmana2.. dan lalu menyesali mamaknya yg kenapa harus meninggalkan pekerjaan bagusnya pdhal demi dia juga?? Menyesali kenapa mamaknya ga seperti mamak sepupunya itu. Kenapa mamak ga bekerja saja sihh kan biar keren, bisa gaya beli ini beli itu.. bisa jalan2 kmana kita suka...
Dan ini jawaban yg sudah kupersiapkan untukmu nak.
Anakku.. mamakmu tak sanggup mendengar anak yg pernah dikandungnya ikut menghujat apa yg dilakukan mamakmu masa yg dulu ataupun masa saat ini dan yg akan datang, ikut menghujat dengan mereka2 yg tidak tahu menahu kesusahan2 yg mamakmu hadapi. Ikut menghujat dgn mereka yg membuat hidup mamakmu serba salah. Ikut menghujat bersama mereka2 yg belum tentu mau bertanggungjawab atas apa yg terjadi dengan kamu di masa yg akan datang atau jadi apa kamu nanti.
Betapa apapun yg dilakukan seorang mamak pasti akan ditempatkan ditempat yg semua nya jadi serba salah. Apalagi dikeroyok, jelas mamakmu akan kalah. Kalah jumlah, kalah secara mental. Apapun yg terjadi dengan kita, keburukan yg mereka harapkan. Dan mamakmu tak sanggup menghadapi itu semua anakku. Biarkan mamakmu yg mengatasi masalah mamak dgn cara mamak sendiri. Karena apapun yg terjadi, itulah hal yg terbaik yg bisa mamakmu lakukan.
 
Waktu akan terus berjalan tak akan bisa diputar ulang, apa2 yg sudah terjadi tidak akan bisa diambil kembali.
Mamak mu bukan peramal apalg tukang sihir nak. Mamak akan menua, dan kamu akan tumbuh berkembang kelak menjadi seorang pemimpin. Mamak inginkan yg terbaik untuk kamu. Cita2 yg sama seperti mamak2 yg ada di dunia ini untuk anak2nya.
Meskipun mamak selalu diberi pilihan hidup.

Kelakpun kamu akan meninggalkan mamak demi kehidupan kamu sendiri,  jangan persalahkan mamak jg dgn apa yg mamak putuskan, bahwa semuanya memang yg terbaik untuk semuanya.
 

No stamp received.

No comment was found.
Please login to comment this article.