9 Nyawa

Posted at 2015-02-10 19:14:01

Baca judulnya jadi inget apa hayoooo..???

Pasti inget kucing?? yekannnn... 

Ya.. mitosnya kucing itu punya 9 nyawa. Makanya kucing susah mati. Tapi ya belum pernah juga sih merhatiin kehidupan kucing yg nyawanya lagi dicabut satu-satu sampe abis jatahnya. Apalg sambil ngitung sampe 9. Iseng amattt. Lagian serius banget mikirnya ya.. LOL

Tau ga kalo sebenernya manusia jg punya nyawa lebih dari satu. Dan mitosnya sih nyawa lebih nya manusia itu tergantung amalannya. Masuk akal sih kl tergantung amalannya mah.

Suatu malam, sempat mimpi ketemu dengan sodara yg sedang sakit keras. Kata sodara2 yg lain sih umurnya ga kan lama. Entah kepikiran ke situ entah knp ya.. Pokoknya tiba2 suatu malam itu mimpi ketemu dan sempet ngobrol sm orang itu. Jadi di mimpi itu, mukanya keliatan sudah sangat pasrah, dan wajahnya tulus. Wajah seperti anak-anak. Polos. Biasanya kl ketemu langsung sm orang ini mukanya spt penuh amarah. Nah di mimpi ini, muka nya itu tulus banget, memang ga senyum sih. Tapi datar. Seengganya ga menampakkan mukanya yg ga enak itu, yg selama ini seperti itu.

Oke kita balik lagi ke cerita mimpi itu ya. Jadi ceritanya, dia berbicara tentang sesuatu. Kami berada di antara padang rumput luas, ada matahari diujung sana, entah itu sunrise atau sunset, padang luas dengan warna kemerahan karena matahari, tapi udaranya sejuk. Dan sodaraku itu bilang, saya mau pulang, jangan larang saya. Saya sudah mau pulang. Lalu aku bilang, aku ga bisa bilang apa2 mba, aku ga bisa nahan, ga bisa nyuruh jg. Itu semua mba yg mau. Tapi jika memang masih ada waktu buat mba.. mba bisa melakukan apa yg bisa mba lakukan untuk membantu mba sendiri. Aku menatap wajahnya yg pasrah itu. Mba bisa meluruskan apa2 yg pernah mba belokkan. Mumpung masih ada waktu. Kasian hidup orang mba. Hidup orang yg pernah mba mainin hidupnya, hidup orang-orang yg pernah mba kerjain, yg pernah mba fitnah. Mba juga pernah bersumpah palsu kan?? Mungkin Allah masih sayang sama mba makanya mba dikasi waktu untuk meluruskan semuanya. Pergunakanlah waktu itu sebaik2nya. Kasihan hidup orang-orang itu mba. Kelak ketika mba sudah ga ada, mba akan meninggalkan kehidupan yg pernah mba buat terhadap mereka. Dan kehidupan itu akan mereka bawa sampai anak-cucu mereka. Dan itu akan memperbesar dosa mba jg. Meskipun mba sudah tidak bisa melihat mereka. Itu yg akan mba bawa sampai mba dibangunkan kembali kelak.

Aku merasakan aura pasrahnya, aku lihat wajahnya menatap padang rumput luas yg kemerahan itu, menuju matahari matanya menatap, seakan-akan ia bilang, aku harus kesana.

Aku ya ikut pasrah melihat pemandangan itu.

Apapun yg aku katakan, aku jg pasrah, jika ia mau mendengarku, ya Alhamdulillah, jika tidak, ya itulah kehendak Allah.

Dengan wajah pasrahnya dia pamit. Teteh pamit ya sus. Teteh harus ke sana.

Tanpa berkata apa-apa lg dia berjalan ke arah padang rumput merah itu. Menembus rumput-rumput tinggi yg tak ada jalan setapaknya. Menuju matahari merah itu. Rambutnya yg panjang berkibar2 diterjang angin. Tak ada jg keinginanku memanggil dia kembali. Aku cuma bisa liat dia dari jauh. Berjalan menembus rumput-rumput tinggi merah itu. Tanpa ada jalan setapak.

Bangun di pagi hari, seperti biasa, aktifitas biasa, kehidupan seperti biasa. Ga ada yg istimewa. Semua berjalan normal.
Siang hari Bu Lik datang. Ngobrol bahasan enteng seperti biasa. Lalu tiba-tiba
Sus, kasian ya si itu... Maafin dia ya
Aku. Tanda tanya. Maksdnya gimana toh Lik??
Iyo. Mbok yo kalo dia ada salah.. maafin wess.. dia udah ga berdaya. 
Lho knp bu lik? aku kan ga ngapa2in. 2tahun terakhir ini aku ga berdaya cm bisa di tmpt tidur. Aku jg ga pernah gaul sama kalian kan. Ono opo tho?

Seminggu kemudian. Dan seminggu-seminggu berikutnya..
Kakak ipar datang dan ngajak nengok orang itu. 
Skrg, lehernya sudah dilubangi, sudah tidak bisa bicara. Makan dan minum pakai selang. Wajahnya yg dulu dia banggakan, skrg tidak lagi. Kurus kering dan keriput, sudah seperti nenek-nenek. Kejayaan yg dulu dia usung sudah sirna, kekuatannya yg dulu dia andalkan membantai orang2 yg dia tak suka atau orang-orang yg tidak mendukungnya kini sudah lenyap. Ke-anti-an nya sama orang-orang miskin dan orang-orang yg terlihat miskin kini sudah ga ada lagi. Ahh betapa menyakitkan ketika kita disisihkan orang2 hanya karena tampang kita yg tidak seperti orang kaya. Ke-alergi-an dia sama orang yg tidak "WAH" sekarang sudah tidak ada lg. Kepasrahannya dia, ketika didatangi kita-kita, para korbannya.

Mungkin yg aku liat di mimpi itu salah satu dari ke-9 nyawa itu. Dan ga tau ada masih brp nyawa lagi yg tersisa. 

 

-bersambung

Well Written
Well Written
No comment was found.
Please login to comment this article.